Sejarah Desa

not image
Gambar: Sejarah Desa ( Robert ) Sumber: https://www.lungliku.desa.id/

Menurut cerita, tetua desa Long Liku berasal dari daerah Seputuk. Kemudian terjadi perpindahan penduduk menuju Kebiran, Hal ini karena pemukiman yang berada di Seputuk terdapat banyak semut merah yang mulai menggangu masyarakat. Setelah tinggal dan menetap di Kebiran, terjadi suatu peristiwa yang berkaitan dengan buah Ulin. Salah satu anak dari pemimpin pada masa itu tertimpa buah Ulin dan meninggal dunia. Setelah peristiwa itu, kembali terjadi perpindahan penduduk ke hulu sungai. Masyarakat pada masa itu mencari tempat yang tidak terdapat pohon Ulin agar tidak terjadi peristiwa serupa sekaligus sebagai bentuk duka atas meninggalnya anak tersebut.

Pada saat itu, masyarakat membawa serta harta benda mereka menggunakan perahu, seperti tempayan, meja batu, dan lain sebagainya. Singkat cerita, sesampainya di daerah Semamu, rombongan ini bertemu dengan seorang penduduk Semamu bersuku Abai yang bernama Abong Mago. Abong menawarkan kepada rombongan untuk membawakan harta benda mereka menggunakan perahu karena terdapat banyak giram di aliran sungai. Akhirnya, rombongan tersebut menyetujui dan memilih lewat jalur darat dan bertemu kembali di tempat yang sudah ditentukan. Sesampainya di Sungai Krayan, rombongan ini bertemu kembali dengan Abong Mago, namun saat ini Abong mengatakan barang-barang mereka hanyut karena karam. Hanya tersisa beberapa barang yang dapat diselamatkan. Akhirnya, perjalanan dilanjutkan menyusuri Sungai Krayan hingga sampai di daerah Krayan.

Masyarakat terus mencari tempat yang cocok untuk dijadikan pemukiman. Sehingga terjadi beberapa kali perpindahan penduduk hingga akhirnya sampai di daerah Long Liku. Masyarakat tinggal dan menetap di Kuala Sungai Liku atau dalam bahasa Lundayeh disebut Long Liku. Liku juga dapat diartikan sebagai berbelok-belok atau berliku-liku. Sehingga dapat diartikan sebagai sungai yang berliku.

Pasca kemerdekaan, Long Liku telah mengalami dua kali perpindahan penduduk hingga saat ini. Perpindahan penduduk Long Liku dilakukan secara bergelombang. Gelombang pertama terjadi pada tahun 1970, disusul gelombang berikutnya hingga tahun 1973. Perpindahan dilakukan dari Long Liku ke Lung Seraban. Kemudian perpindahan juga terjadi pada tahun 1982? Dari lung Seraban ke Hilir. Perpindahan penduduk ini merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Pada saat itu, penduduk Long Liku terpencar ke beberapa wilayah seperti Taras, Tanjung Lapang, Kuala Lapang, Sempayang, Sesua dan wilayah lainnya. Singkat cerita, sebagian penduduk kemudian berkumpul kembali dengan membeli tanah di wilayah Tulid Fasan, Lidung Kemenci.

Setelah sekian lama bermukim di wilayah Lidung Kemenci, pada tahun 2021 desa Long Liku kembali ke hulu. Pemukiman berada di wilayah Lung Kebaong yang merupakan wilayah sawah dan perladangan pada masa dulu. Meskipun wilayah desa telah berpindah dari Kecamatan Mentarang ke Mentarang Hulu, masyarakat dan pemerintahan masih berada di wilayah Lidung Kemenci hingga saat ini.

Nama pemimpin dan Kepala Desa

Pra kemerdekaan:

1.     Bu,u

2.     Yudan Bu’u

3.     Padan Balang Abai

4.     Yudan Bu’u

Pasca kemerdekaan:

1.     Bawe Panud (1945-1973)

2.     Siran Bu’u (1973-1990)

3.     Kalep (1990-2005)

4.     Elia Siran ( 1 periode)

5.     Kalep (1 periode)

6.     Yehezkel (1 periode)

7.     Regen (1 periode)

8.     Triminsa (1 periode)

9.     Alvianto (2023-sekarang)

 

Sumber:

Tinus Siran dan Kalep Siran

Terima kasih sudah membaca. Tunggu artikel dan berita seru lainnya yang akan segera tayang!
Bagikan post ini: